Rabu, 02 Oktober 2013

Kontrovesi Lagu Bruno Mars – It Will Rain


Sebenarnya saya tidak pernah memperdulikan arti dari lirik lagu-lagu barat yang sering saya dengarkan. Ya bisa diartikan karena saya nggak tau bahasa Inggris ataupun karena saya malas, hanya menikmati irama, dan alunan musiknya, karena bisa dibilang saya menyukai genre hip-hop ataupun rap.
Sayapun kaget saat membaca artikel dari salah satu website, yaitu eramuslim.com. “Lagu ‘It Will Rain” Bruno Mars Kampanyekan Ateisme”.
Berikut isi beritanya :
Siapa tidak kenal Bruno Mars? Namanya begitu tersohor di jagad hiburan Indonesia. Terakhir ia menggelar konser di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (5/4/2011) dan dipadati sekitar 6.500 penonton. Kala itu seuruh tiket pun habis digondol massa. Saat memasuki arena konser mereka pun rela antri untuk bisa menonton penampilan sang idola. Karenanya, tak heran, Bruno meninggalkan Jakarta dengan senyum manis di bibirnya. Ia sangat puas dengan konser serta animo penonton Jakarta dan berjanji akan kembali ke Ibukota.
Terlahir pada tanggal 8 Oktober 1985, penyanyi Pop, Hip-Hop, Soul, R&B ini mulai terkenal saat berduet dengan B.o.B dalam lagu “Nothin’ On You” dan kemudian sukses merilis singlenya “Just The Way You Are”. Darah music Bruno memang diwarisi Ayahnya, Pete, seorang New Yorker, yang juga pemain perkusi. Sedangkan Ibunya, Bernie, adalah wanita berdarah Filipina keturunan “Puerto Rico”, yang terkenal sebagai seorang penari hula.
Namun sapa nyana dibalik popularitasnya, ada beberapa hal yang patut dicermati dari lirik lagunya, it will rain. Dalam lagu tersebut, entah sadar atau tidak, Bruno seakan tengah mengkampanyekan ajaran ateisme yang memang menjamur di Negara asalnya Amerika Serikat. Lirik yang bermasalah itu adalah, There’s no religion that could save me, tidak ada agama yang bisa menyelamatkan aku. No matter how long my knees are on the floor, Tidak peduli berapa lama aku berlutut di lantai.
It will rain mulai rilis di pasaran Amerika pada 22 September tahun 2011. Lagu ini pun kemudian didapuk menjadi soundtrack film The Twilight Saga: Breaking Dawn Part I. Sebuah Film Fantasi romantic hasil arahan Bill Condon yang didasarkan pada novel Breaking Dawn karangan Stephenie Meyer. Sama dengan Bruno Mars, film ini pun juga banyak menyedot perhatian baik remaja maupun pecinta film di Indonesia.
Lagu it will rain berkisah tentang seorang pria yang ditinggalkan oleh kekasihnya. Dalam lagu tersebut, dikisahkan sang pria tidak bisa hidup tanpa sang kekasih. Segala daya dan upaya telah ia lakukan, namun ditinggalkan sang kekasih adalah hal menyakitkan. Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby. There’ll be no clear skies if I lose you, baby. Karena tidak akan akan ada sinar matahari. Jika aku kehilangan dirimu, sayang. Tidak akan ada langit yang cerah. Jika aku kehilangan dirimu, sayang.
Lagu It Will Rain memang khas moto kaum humanis bahwa manusia lebih tinggi daripada Tuhan. Kita tentu tidak lupa, John Lennon juga pernah mengeluarkan lirik hampir serupa, Imagine. Bedanya, Lennon menuding agama sebagai biang pertikaian manusia.
Mars lebih melankolis. Karena baginya perempuan harus lebih dihormati daripada agama. Tuhan belum tentu bisa menyelamatkan jiwanya, tapi wanita adalah sumbu cinta dalam hati tiap pria. Kini lagu It Will rain banyak diunduh para pencinta musik di Indonesia. Tanpa sadar mereka sudah mendaulat diri bahwa perempuan, kekasih, bahkan cinta lebih tinggi dari Tuhan.There’s no religion that could save me.. No matter how long my knees are on the floor. (Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar