Rabu, 11 September 2013

asalmula



Berbicara mengenai mahluk hidup manapun yang terdapat di bumi, tak lepas dari persoalan yang menyangkut evolusi mahluk hidup itu sendiri. Bila para kreasionis bekerja mewartakan keajaiban -bila melihat sesuatu yang agak rumit- , maka para saintis bertanggung jawab untuk memecahkan masalah itu. Merujuk pada kompleksitas dari metamorfosis kupu-kupu, para kreasionis membuatnya seolah terjadi secara kebetulan, acak dan menarik kesimpulan , bahwa kupu-kupu tidak mengikuti jalur evolusi. Tetapi benarkah demikian.?



Para ilmuwan mencoba mencari dan menelusuri sebuah skenario, mengembangkannya dan menganalisa data-data yang mereka temukan. Proses yang akan terbentuk langkah demi langkah merujuk pada beberapa hukum-hukum fisika dan kimia yang merujuk pada proses-proses biologi genetika.

Menelusuri peristiwa metamorphosis pada serangga memberi pemahaman baru pada kita. Ternyata tidak semua serangga melalui jalur metamorfosis secara utuh. Kecoa, misalnya serangga yang menetas dari telur dan memiliki bentuk yang sama hingga mencapai tahap dewasa. Serangga lain melalui tahapan telur, nimfa, dan dewasa. Rupanya beberapa telur dari serangga-serangga itu mulai menetas sebelum mereka terbentuk secara utuh. Kecoa tidak memiliki kemampuan untuk mengubah, tetapi serangga lain membutuhkan tahapan nimfa untuk kelangsungan hidup mereka. Di beberapa titik, nimfa membentuk kepompong sebelum menuju tahap dewasa, seperti pada kupu-kupu. Hal ini memungkinkannya bertahan di musim dingin sebelum berkembang menjadi dewasa. Meski belum ada data-data rekaman fosil yang menguatkan perubahan tersebut, tetapi hal tersebut menunjukkan bahwa evolusi daur hidup pada kupu-kupu bukanlah suatu hal yang mustahil. Dengan membuat perbandingan genetik yang menunjukkan jarak antara bentuk serangga, memeriksa pertumbuhan serangga yang ada hingga hari ini, dan dengan mencari sisa-sisa bentuk peralihan, perkembangan pertumbuhan kupu-kupu dapat ditelusuri.

Masalah metamorfosis sempurna yang terjadi pada kupu-kupu masih belum terpecahkan.Untuk melacak hal tersebut selangkah-demi selangkah dilakukan dengan penyesuaian metode seperti diatas. Sesuai dengan pemahaman para kreasionis, bahwa masalah ini menggunakan metode ilmiah dan bekerja untuk memperoleh pemecahan dan bukannya keajaiban.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar