Sabtu, 12 Januari 2013

presiden mendatangkan nama TO


ILUSTRASI

  

RMOL. Masih ingat penggalan sastra jawa kuno menyoal  mitos kepemimpinan. Nama-nama mereka yang tampil sebagai pemimpin dimitoskan oleh sepenggal kalimat pendek; NOTONAGORO. 

Nah, berturut-turut figur yang tampil pun kebetulan namanya persis sama. Soekarno (No), Soeharto (To). Tapi kemudian terjadi kecelakaan sejarah, dimana yang jadi presiden adalah BJ Habibie, KH Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri.

"Tiga presiden Indonesia terakhir merupakan babad goro-goro. Jadi, penggalan kalimat Nagoro itu batal," kata Ketua President Center, Didied Mahaswara, ketika berbicara soal mitos dan perpolitikan di tanah Jawa, Jumat (1/6) siang.

Jadi, lanjut Didied, karena tiga presiden terakhir dinilai menyalahi pakem, hitungannya kembali lagi dari awal. Dan kalimat awal dimulai lagi oleh Susilo Bambang Yudhoyono (No).

"Setelah itu, maka mitosnya kembali lagi ke awalan To,'' terangnya.

Didied menambahkan, bagi sebagian kalangan mitos tersebut bisa dianggap main-mainan belaka. Namun, dia coba meyakinkan, tak sedikit juga yang menghubungkan itu dengan situasi yang dihadapi saat ini.

Didied menambahkan, Capres yang memiliki akhiran penggalan To sendiri dalam Pemilu 2014 setidaknya ada dua orang, yaitu Djoko Suyanto dan Prabowo Subianto.

Khusus mengenai tampilnya Djoko Suyanto, Didied berpendapat, Menko Polkhukam ini diprediksi bakal masuk melalui kendaraan Partai Demokrat. Alasannya, lanjut dia, karena Djoko Suyanto memang dikehendaki Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yaitu Susilo Bambang Yudhoyono.

"Diantara berbagai kandidat yang ada, SBY sebagai Ketua Dewan Pembina PD tentu memiliki suara dominan untuk mencalonkan kandidat Capres. Dan Djoko Suyanto merupakan kandidat yang paling senior di kabinet karena duduk dalam portofolio Menko,'' terangnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman mengungkapkan, semua menteri-menteri SBY berpeluang dicalonkan sebagai kandidat Capres pada tahun 2014 oleh Partai Demokrat. Alasannya, para menteri itu merupakan jabatan politis sehingga memiliki peluang yang besar. APAKAH PRESIDEN MENDATANG ADALAHPRABOWO SUBIANTO ATAU WIRANTO "WALLAHUALAM"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar